Ahad, 5 Februari 2012

01 di masai johor - Google Blog Search

01 di masai johor - Google Blog Search


BLOG JOHOR: 01 <b>di masai johor</b> - Google Blog Search

Posted: 01 Feb 2012 12:00 AM PST

URL Sumber Asal :-

Jawatan Kosong Customer Relation Rep Vacancy in <b>Masai</b>, <b>Johor</b> <b>...</b>

Posted: 02 Feb 2012 03:10 PM PST


We are an established company distributing consumer and pharmaceutical products and have an Immediate vacancy for the following position:

CUSTOMER RELATIONS REPRESENTATIVE
Requirements:
- SPM or equivalent
- 1-2 years working experience
- Good command of English and Bahasa Malaysia
- Computer literate
- Valid driving license with own transport

We offer a 5-day work week

Interested applicants, please send in your detailed resume stating contact no, current & expected salary and a recent passport-sized photograph to Please Login or Register to apply this job online. or mail to:

SUMMIT COMPANY (M) SDN BHD (007775-T)
8 Jalan Masai Lama, Seri Alam
81750 Masai, Johor

Only short-listed candidates will be notified.

Subscribe to MalaysiaJobs.biz by Email now to receive FREE jawatan kosong malaysia jobs information direct to your email.

Search Malaysia Jobs in 2012 :

Environment consultancy firm at johor

Full content generated by Get Full RSS.

Nak kenal orang <b>Johor</b> Macam mane ekkk?? | haku punyer suke

Posted: 01 Feb 2012 07:01 PM PST

Assalamualaikum
ape khabar semua, sihat tak ekk??? semua dah makan ke belum ekk???
hahhahaa...hari ni baca email pasal orang johor, cara-cara nak kenal orang johor... aku orang pahang so aku tak tahu la betul ke tak ni.. tapi dari ape yang aku baca dan dari ape yg aku tengok dari kawan-kawan aku yang asal  dari johor macam betul aje.... meh la layan sikit cara - cara nak kenal orang johor....melalui trademark mereka....kalau kawan-kawan korang orang johor try cek trademark dorang ...

1.They end 9 out of 10 sentences with Ekkk… 
Ekk ialah trademark orang Johor. Digunakan di hujung SETIAP ayat menggantikan tanda soal (question mark). Contoh :- Ni awak punyer ekk? Nama awak saper ekk ? Kenapa kite kaler tak cantik ekk ? Dan macam-macam ekk lagi.

2. They refer to Johor Bahru as Johor and not JB. 

Kalau orang di negeri Johor sebut Johor, it meant Johor Bahru (JB), the city dan bukan Johor, the state. Biasa digunakan oleh mereka yang tinggal di luar bandar Johor Bahru seperti di Masai-chusettes umpamanya. Contoh : Beb, gua nak turun Johor laa. Lu mahu ikut gua tak? So, if you ARE already in Johor, tak kira di daerah mana – if the locals kata nak pergi Johor, it means nak ke Johor Bahru. Jangan pulak buat lawak bongok berkata, "Eh, lu kan dah ada kat Johor?" Or worse, jangan memandai nak tambah ekk with that question.

3. They pronounce Muar as MUOR. 

(kena juih bibir sikit) In fact you pronounce everything that ends with "AR" as "OR".Contoh : Aku kena pakai seluor besor untuk main bolor kat Muor besok. (Aku kena pakai seluar besar nak main bola di Muar besok). besar, BESOR ? Slipper , SLIPPOR ? Aku tergelak. Lapo (lapar), penampor (penampar), ulor (ular), pagor (pagar) dan lain-lain.

4. They are brash with a CRAZY sense of humour. 

Honestly, belum pernah jumpa orang Johor yang serious or square to a T. Or cannot take a joke. Walaupun pendiam atau pemalu , but their sense of humour boleh tahan gak. Almost all of them are either loyar buruk or bigor. Baik di kampung mahu di Bandar.

5. Diorang ada ENDUT. 

Kalau tak pernah berendut, sure pernah ada endut or busuk-busuk pun teringin nak ada endut. Contoh ayat : Haa… kau dah ada endut yer ? Kau pergi berendut kat mana ? Orang berendut dia pun nak berendut.
** endut ni ape???? x pernah dengar
6. Diorang Makan Gula Tarik, Sagun, Gula Kandy, Bobotok… . Dah lama tak tengok atau makan gula tarik, sagun or kandy. Ada lagi ke bebenda ni kat Johor ?

7. Pernah (or berangan nak) jadi Mat Rock . 

Rasanye sebab kedudukan Johor dekat dengan Singapore, sebab itulah pengaruh Barat di Malaysia masuk melalui Johor dulu. Itu teori je lah. So, tak heranlah kalau kumpulan Rock kat Malaysia ini semua ada susur galur dari Johor. Amy, Zainal Abidin, Nash etc. Boleh pakai ke teori ni?

8. Kenduri Kawin Ada Telur Pindang 

Telur pindang ialah telur ayam yang direbus dengan segala macam rempah dan dedaun untuk mendapatkan that special taste. Lepas rebus, telur akan berwarna cokelat. Both kulit dan isi. Normally orang buat telur pindang ni for special occasion, seperti majlis perkahwinan. Zaman dulu-dulu, you can tell the social class of the tuan rumah – normally orang kaya-kaya jer buat telur pindang ni sebab ianya rumit dan makan masa berjam-jam therefore menggunakan kos yang tinggi.

9. Tidur atas LECA 

(rhyme with letak and baca, the non-baku way). Baju simpan dalam GEROBOK. Tido pakai GEBOR.

10. They never watch RTM 

sebab semua cerita dah tengok kat TV Singapore! When I was growing up, prang cukup suka tengok TV Singapore sebab iklan dia semua dari overseas, very menarik. Besides the cerita yang terkinilah. Well, TV Singapore cuma dapat ditengok oleh penduduk JB dan kawasan yang sewaktu dengannya. As you go further up north (of Johor), you can see aerial TV semua setinggi pokok kelapa – semata-mata nak dapatkan siaran from Singapore!
** yang ni betul kot..kadang2 tv3 pun jarang tengok sebab asyik layan tv singapore
Full content generated by Get Full RSS.

sUKA jALAN: Ombin <b>di</b> Kong Kong, <b>Masai</b>, <b>Johor</b>

Posted: 15 Dec 2011 09:18 PM PST

Ha... ambik kau. Seronok tau jalan2 di tempat2 yg orang lain pun tak pernah sampai. Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

Listrik Grosir: OVJ Roadshow <b>di Johor</b> Malaysia: MISTERI <b>...</b>

Posted: 05 Feb 2012 08:47 AM PST

Sule Safee sedang seksama mengawasi tukang dan kenek yang sedang mengerjakan bangunan kios miliknya. Sule Safee sudah merasa yakin kios ini nanti yang akan bakal menjadi penopang hidup keluarga kecilnya. Setelah phk, Sule Safee kehilangan mata pencaharian satu-satunya. Sebenarnya dia belum merasa yakin, apakah dirinya mampu menjadi seorang wiraswatawan,
karena selama 10 tahun dirinya menjadi buruh sebuah pabrik di Pasir Gudang Industrial Estate Johor Malaysia, yang tentunya jalan pikir dan pola pikirnya, tentu berbeda dengan seorang pengusaha .

Namun dukungan istrinya , Nunung Noorhayatee dan orang tuanya yang ada di Kampong Sungai Boh menguatkan tekad dan semangatnya untuk tidak menyerah pada keadaan dan tidak boleh patah semangat.  



Setelah berdiskusi panjang dengan istrinya dan mendapatkan masukan-masukan dari mertua dan orang tuanya, juga mendapatkan cerita sukses seseorang dari Badrool, pamannya, ditambah aroma magic yang ditanam Andre Khairul iparnya yang punya "indra keenam", Sule Safee memutuskan berdagang alat-alat elektronik. Kebetulan mertuanya menyarankan dan mengijinkan dia dan istrinya, memakai sebuah ruangan di rumah mertuanya di Masai sebagai tempat usahanya. Karena posisi rumah mertuanya yang strategis, di pinggir Jalan Mesjid dan dekat sekolah, diantara kampung dan 2 (dua) kompleks perumahan kelas menengah Taman Cendana  dan Taman Bukit Dahlia, maka hal tersebut menjadikan semangat dan tekadnya semakin kuat.

 
Di tempat lain di Masai Johor, disebuah kantor pengacara Desta Othman Lawyer Office, Andre Khairul sang iparnya, dan teman-temannya sedang berdiskusi dengan Desta Othman sang pengacara. Mereka sedang membicarakan masalah serius, sehubungan tuntutan pesangon atas phk yang menimpa mereka. Mereka meminta pesangon kepada perusahan jasa outsourcing, yang selama ini merekrut mereka . Sebenarnya oleh perusahaan jasa outsourcing tersebut,  mereka akan diberikan uang kerohiman ala kadanya. Tapi mungkin, Andre Khairul dan teman-temannya tidak menerima dan menolak. Mereka lebih memilih jalur hukum dalam menuntut pesangon? Maka, dipercayakan urusan tersebut kepada seorang Desta Othman si pengacara, yang  katanya masih saudara dari salah satu temannya itu.
Di tempat lain, Andre Khairul dan istrinya Aziza Mansor tersenyum kecut dan getir, anaknya sering sakit. Sedang pemasukan tetap tiap bulan tidak ada dan pengeluaran jalan terus. Biaya sewa flat tiap bulan harus bayar, buat makan tiap hari harus dikeluarkan, buat rokok dan semua itu uang darimana? Enak ya, selalu terucap dari mulut mereka berdua, Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, uang pesangonnya masih banyak, kalau didepositokan di bank, uangnya tidak akan pernah habis dimakan. Andaikan uang kita sebanyak uangnya Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, kita tidak pusing,  tidak bingung dan tidak kerepotan dengan pengeluaran buat kebutuhan hidup sehari-hari. Mengharap pesangon dan memperjuangkan pesangon dari perusahaan jasa outsourcing, seperti mengharap pepesan kosong. Dan sepertinya tidak mungkin! Andai dulu uang kerohiman diambil! Tapi nasi sudah jadi bubur, hanya penyesalanlah yang sering terucap!
Mereka tidak menyadari, bahwa sebenarnya, Sule Safee dan Nunung Noorhayatee juga sedang pusing memikirkan keadaan ekonominya. Mereka berdua masih sibuk melamar-lamar pekerjaan, berharap mendapatkan pekerjaan yang bisa memberikan penghidupan yang lebih baik dari yang sedang mereka jalani sekarang . Hingga tempat panggilan test pekerjaan yang jauh mereka datangi, hal ini mereka lakukan untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka! Dan dalam hati yang terdalam, Sule Safee ingin mengakhiri usaha yang telah dijalaninya. Namun istrinya selalu berkata, jalani dulu disini. Tapi entah sampai kapan seperti ini? Terkadang niatnya untuk mengakhiri usahanya kuat, namun terkadang dirinya tiada keberanian, tiada kekuatan dan tiada kepercayaan diri untuk memulai usaha baru dan memulai di tempat yang baru. Dan Vincent Badrool pamannya sendiri, akhirnya pernah memberikan saran, sebaiknya kamu pindah tempat usaha dari rumah mertuamu, karena tempat usahamu ibaratnya menyatu dengan dapur mertuamu dan kamu merupakan bagian dari anggota keluarga mertuamu, maka hasil usahamu bisa diibaratkan hanya habis buat makan dan tak bisa lebih.  Dan apakah aroma magic yang ditanam Andre Khairul iparnya, di depan kiosnya ketika dulu pertama kali memulai usaha, sudah sedemikian kuatnya, hingga membuat dirinya seakan-akan tidak berdaya. Oh tidak, aku tidak mau menyerah….aku harus yakin kepada Sang Tuhan dan aku harus kembali kepada-Nya. Aku harus lawan aroma magic itu! Aku harus berkeyakinan bukan aroma magic itu, yang menghalangi langkahku untuk maju dan berubah. Yang harus aku lawan adalah diriku sendiri! Jangan malas dan harus teguh berjuang!
Hari ini Andre Khairul dapat pekerjaan. Terkadang seminggu bisa menganggur dan terkadang pula seminggu pula dapat pekerjaan. Begitulah Andre Khairul, bekerja serabutan, bekerja apa adanya. Azizah Mansor selalu masam, sewot  dan mengeluh dengan keadaannya. Keluhannya selalu ia sampaikan kepada orang tuanya, membuat orang tuanya selalu kasihan dan iba. Tapi bukankah dia sudah dewasa dan berkeluarga! Jalan pikiran dan pola pikir Azizah Mansor dan suaminya  Andre Khairul sama, karena sama-sama anak bungsu, selalu ingin dibantu oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Secara umur  dan fisik mereka berdua sudah dewasa, tapi secara sifat terkadang jauh dari dewasa. Sebenarnya, Andre Khairul punya keahlian di bidang elektrikal dan sebenarnya pula kalau dia mau sedikit gigih, dia bisa melamar-lamar  pekerjaan. Tidak seperti sekarang ini, hanya mengandalkan pekerjaan dari orang-orang yang membutuhkan jasanya atau pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh saudara-saudaranya. Apakah karena dia penduduk asli sehingga kurang gigih? Tetapi, Sule Safee meski bukan orang asli kampung Jalan Mesjid itu, ternyata belum gigih juga? Bingung khan…
Ada satu hal yang selalu membuat  Sule Safee gusar, dia selalu kehilangan uang. Padahal ia sudah rapi menyimpan uangnya. Sebenarnya kecurigaannya dari dulu sudah mengarah pada seseorang,  yakni orang terdekat. Tetapi istrinya  selalu mengatakan bukan dan tidak mungkin. Istrinya lebih percaya pada makhluk halus yang dinamakan tuyul. Tapi manakah mungkin, "seorang tuyul" bisa menarik dan mengambil uang sekaligus 5 lembar dua puluh ribuan ringgit  atau mungkin 10 lembar uang sepuluh ribuan ringgit. Peristiwa itu terjadi ketika Andre Khairul menyampaikan niatnya kepada Sule Safee abang iparnya, bahwa ia mau pinjam uang  100.000 ringgit buat biaya pindah flat di Taman Mawar.  

Oleh Sule Safee dijawab kalau uang sebesar itu tidak ada, dan hanya diberikan pinjaman separuhnya yakni 50.000 ringgit. Dibulan yang sama, seminggu setelah memberikan pinjaman kepada saudara iparnya tersebut, Sule harus kehilangan uang sebesar  20.000 ringgit. Dan selang 20 hari kemudian dia harus merelakan uang  50.000 ringgit hilang. Dia bingung seolah tak percaya! Dan berawal dari kejadian itu dia sudah menduga, Si Andre Khairul dan Si Azizah Mansor adalah pelakunya. Tapi Sule Safee  tidak punya bukti dan dia tidak bisa sembarang menuduh. Saat itu pula diceritakan kejadian ini kepada istrinya dan kemudian oleh istrinya diceritakan kembali kepada mertuanya. Dan anehnya, oleh mertuanya disarankan untuk menanyakan kepada Andre Khairul, karena Andre Khairul punya "kelebihan bisa menerawang dan menelisik bak seorang paranormal". Aneh dan lucu, Andre Khairul mengatakan bahwa yang mengambil uang  50.000 ringgit milik Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, seorang tuyul yang berwajah seram berwujud seperti manusia?!? Dalam hati, Sule Safee belum yakin, antara percaya dan tidak percaya, tapi tidak berani bersuara membantah. Istrinya Si Nunung Noorhayatee bertambah yakin , demikian mertua Sule Safee. Andre Khairul berhasil mengibuli dan mengelabuhi  kakak iparnya  dan mertuanya dengan penuh keyakinan akal bulusnya!
Hari terus berlalu, kejadian kehilangan uang seolah menghantui diri Sule Safee dan Nunung Noorhayatee. Tapi kalau tuyul yang mengambil, pasti dia rajin mengambil uang milik orang lain, mungkin bisa tiap hari, mungkin bisa tiap minggu dan mungkin bisa tiap bulan. Tapi tuyul yang satu ini, yang katanya berwajah seram dan berwujud seperti manusia rekaan Andre Khairul, hanya mengambil uang Sule disaat dia tidak ada di rumah dan saat dia tidak menjaga kiosnya. Dan Andre Khairul di bantu Azizah Mansor i pun semakin sering mencuci otak si Nunung Noorhayatee kakak iparnya, dan mertuanya bahwa tak lain dan tak bukan, si tuyul adalah tersangka utama, yang selama ini mengambil uang Sule  Safee dan Nunung Noorhayatee. Diapun dengan kepandaian akal bulusnya, melakukan manipulasi dan rekayasa,  seakan-akan menuduh Parto Nazmi dan Bolot Shukur, tetangga Sule Safee, mempunyai tuyul dan memelihara tuyul. Dengan disertai berbagai alasan-alasan yang  tak masuk diakal, untuk menguatkan argumentasinya tentang makhluk halus yang bernama tuyul.
Kecurigaan Sule Safee sebenarnya beralasan, Andre Khairul tidak mempunyai pekerjaan tetap, istrinya si Azizah Mansor selalu mengeluh keadaan ekonominya kepada orang tuanya. Ada hal yang menyesakkan dadanya, uang tabungan 2 anaknya yang disimpan di kios pernah dicuri juga, dan seminggu sebelum perayaan tahun baru,  Sule Safee harus gigit jari karena harus kehilangan uang sebesar  50.000 ringgit yang ia taruh didalam dompet, yang ia letakkan di rak plastic di kamar depan di rumahnya. Teledor sekali Sule Safee menaruh uang dan tidak kapoknya dia kehilangan uang. Harusnya dari seringnya kejadian-kejadian yang sebenarnya sudah bisa diduga siapa itu pelakunya, Sule Safee bisa waspada dan hati-hati. Tapi ini tidak, mungkin karena faktor , masak sich saudara sendiri bisa setega itu dan faktor tuyul yang mungkin sedikit demi sedikit sudah melekat erat di pikirannya, hingga dia tidak berpikiran lebih jernih memahami persoalan dan menelaahnya lebih jauh lagi. Padahal uang tersebut ia persiapkan buat kebutuhan perayaan Aidil Fitri di keluarga kecilnya!
Seminggu sesudah perayaan Aidil Fitri, pagi hari Si Azizah Mansor keguguran dan suaminya si Andre Khairul merengek-rengek, berkali-kali telepon dan sms minta bantuan kepada Sule Safee untuk biaya perawatan rumah sakit si Azizah Mansor. Sule datang menengok dan Andre Khairul pun tanpa berdosa minta tolong bantuan dana untuk biaya perawatan Azizah Mansor kepada Sule Safee, dan seminggu kedepan akan dilunasi. Sule Safee jawab tidak ada, tapi diusahakan akan minta bantuan kepada adiknya dan akan diantar nanti sore. Tapi Si Azizah Mansor harus segera keluar dari rumah sakit dan tidak mungkin menunggu sampai sore menunggu dana dari adik Sule Safee. Dengan kalang kabutnya Sule Safee dan Nunung Noorhayatee mencari bantuan uang kepada keluarga besar Andre Khairul, tapi mereka jawab tidak bisa membantu. 

Setelah kesana-kemari meminjam uang, akhirnya terkumpullah uang untuk menebus biaya obat dan perawatan si Azizah Mansora, karena yakin nanti sore uang pinjaman itu bisa dikembalikan. Bahkan di dalam ruang UGD, ketika Azizah Mansor yang masih tergolek lemas setelah dikiret, suaminya si Andre Khairul mengabarkan kalau  Sule Safee tidak punya uang yang bisa dipinjam , Si Azizah Mansor berujar dengan sinisnya, Sule Safee pembohong, dia masih punya uang pesangon, uang pesangonnya masih banyak, dia tega kepada saudaranya! Tapi siapa sich, yang sebenarnya tega? Andre Khairul dan Azizah Mansor yang sering mengambil uang kakaknya, meski Sule Safee belum cukup punya bukti yang kuat…..atau Sule Safee dan Nunung Noorhayatee? Jawaban Sule Safee  sebenarnya cukup beralasan, karena selama ini, sudah 10 tahun Andre Khairul dan Azizah Mansor berutang  600.000 ringgit kepadanya dan belum pernah sekalipun mengangsur. Kalau misal ditambah dengan uangnya yang sering hilang, yang mungkin diambil sama Andre Khairul dan Azizah Mansor, mungkin bisa lebih dari 600.000 ringgit?

Sore harinya Jessica Safee, adik Sule Safee datang menepati janjinya sambil membawa uang 250.000 ringgit yang ia janjikan siang tadi. Diserahkan uang  tersebut kepada Andre Khairul dan Azizah Mansor. Sebenarnya maksud kedatangan Jessica Safee ini tak lain adalah supaya menyakinkan Andre  Khairul dan Azizah Mansor, bahwa uang pesangon Sule Safee sudah habis. Karena Jessica Safee kasihan dengan abangnya si Sule yang masih selalu dianggap oleh Andre Khairul dan Azizah Mansor, mempunyai uang pesangon banyak dan tidak ada habisnya.

18 hari setelah Azizah Mansor adik iparnya keluar dari rumah sakit, Sule Safee harus terpaksa merelakan kehilangan uangnya lagi untuk kesekian kalinya. Kali 10.000 ringgit  raib dari kiosnya. Padahal sehari sebelumnya, uangnya sudah dihitung dan pas. Tetapi kenapa hari ini berkurang? Puncak kekesalan Sule Safee makin menjadi. Yang terucap dari mulutnya pertama kali ketika uangnya berkurang  10.000 ringgit  lagi, tega sekali ya, padahal 3 minggu yang lalu sudah ditolong dengan pontang-panting, sekarang kok masih tidak ada kapoknya mengambil uangku lagi! Keesokan harinya, dibukanya buku-buku catatan kiosnya  yang masih ia simpan rapi dan diceknya satu persatu-satu. Dia mungkin sudah lebih dari 20 kali dalam 2 tahun terakhir ini, kehilangan uang dari bernominal 5.000 ringgit hingga 50.000 ringgit  dan itu merupakan bukan jumlah yang sedikit buatnya dengan kondisi ekonominya saat ini.

Dari catatan yang ia buat, ia mendapatkan sebuah kesimpulan,  sebenarnya yang membuatnya bingung dan tak habis pikir yaitu kenapa setiap uangnya hilang, disaat dia tidak ada di rumah dan saat tidak menjaga kiosnya. Dan hari ini juga, dia memang sedang tidak ada di rumah dan tidak menjaga kiosnya, karena sedang mengikuti test wawancara pekerjaan. Dan memang ternyata pula momen-momen yang menyertai peristiwa kehilangan uang disaat dia tidak ada dirumah dan tidak menjaga kiosnya. Di saat dia sedang berbelanja barang dagangan kiosnya, di saat dia pulang kampung, disaat sedang mengantar istrinya ke sebuah jalan raya yang dekat dengan trem yang akan membawa istrinya ke kampus, ketika dirinya sedang test lamaran kerja dan ketika memang dia teledor! Ya Sule Safee sendiri, sebenarnya ceroboh dan teledor, kenapa menggabungkan kunci lemari rumah dan kunci tempat menaruh uang di kios menjadi satu dengan kunci pintu kios. Tentunya hal ini memudahkan bagi pelakunya, untuk mengambil uangnya tanpa ketahuan dirinya dan memanfaatkan kebodohan dirinya dan istrinya yang sudah mulai percaya dengan tuyul rekaan Andre Khairul. Dan untuk kejadian kali ini, Sule Safee mulai menepiskan anggapan bahwa pelakunya adalah tuyul. Dan dia mulai perlahan-lahan mempercayai aroma magic yang dikabarkan orang tuanya dari kampung , yang ia terima ketika mengabarkan kehilangan uang  50.000 ringgit  menjelang perayaan Aidil Fitri bulan yang lalu. Orang tuanya di kampung  memberikan gambaran bahwa yang selama ini sering mengambil uangnya yakni seorang perempuan yang bersama anak kecil sering main ke rumahnya. Siapa dia….tak lain dan tak bukan Si Azizah Mansor. Sebagai seorang saudara dan orang  terdekat, Azizah Mansor bebas keluar masuk rumahnya, yang tidak jauh dari rumah mertuanya di Jalan Mesjid. Dan orang  lain tidak akan menaruh curiga dengan keberadaanya. Dan Azizah Mansor pun merasa yakin dengan kekuatan supranatural yang  dimiliki Andre Khairul suaminya, bahwa aksinya selama ini tidak akan pernah diketahui dan dicurigai oleh Sule Safee dan Nunung Noorhayatee. Mereka berdua sudah yakin bahwa Sule Safee dan Nunung Noorhayatee  sudah tertipu daya dengan tuyul rekaan Andre Khairul! Tapi nanti dulu…. Sule Safee yang jauh-jauh hari sebenarnya tidak yakin dengan keberadaan tuyul, ternyata mempunyai catatan-catatan rapi kegiatan kiosnya yang bisa bisa di nalar dan ditelaah akal sehat mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi sehubungan dengan kejadian kehilangan uang miliknya. Berarti, jangan-jangan selama ini yang sering mengambil uangnya, 3 tahun sebelumnya dirinya membuka usaha, pelakunya sama? Berarti pula hampir 5 tahun berjalan , tak terasa Sule Safee dan Nunung Noorhayatee hidup ditengah kebohongan yang dihembuskan orang terdekatnya, saudara ipar dan adik kandungnya sendiri. Andre Khairul dan Azizah Mansor mungkin telah tumbuh menjadi pribadi yang buta mata simpati dan buta mata empatinya, karena pengaruh kuat aroma magic  yang dipunyai dan dipelajari Andre Khairul, sehingga mungkin menjauhkannya dari rasa takut dan takwanya kepada Sang Khalik, Sang Tuhan.

2 minggu kemudian setelah kehilangan uang yang terakhir ini , Sule Safee berusaha menyakinkan Nunung istrinya, bahwa selama ini yang selalu meresahkan mereka berdua, yang selalu mengambil uang mereka adalah Azizah Mansor adik Nunung Noorhayatee. Nunung  Noorhayatee awalnya tidak yakin dan tidak percaya, dan masih menganggap bahwa tuyul-lah pelakunya. Nunung Noorhayatee tidak yakin adiknya akan setega itu dan sejahat itu. Dia masih percaya dengan adiknya dan dia masih sayang adiknya. Dan dia sebenarnya tidak terima ketika Sule Safee mengatakan bahwa Azizah Mansor  adalah pelakunya. Dan Sule Safee pun hanya berujar semoga dugaannya salah, karena memang tidak ada bukti kuat dan memang  Azizah Mansor tidak pernah kepergok ketika sedang mencuri uangnya. Tapi Sule Safee tidak kehilangan akal, dia coba mengingatkan suatu peristiwa yang pernah ia ceritakan kepada istrinya. Bahwa dia pernah melihat Olga Khairul anak Andre Khairul dan Azizah Mansor yang masih duduk di taman tadika (taman kanak-kanak),  sedang mengambil atau sedang mencuri beberapa pensil dagangannya di dalam kios miliknya, dan menyembunyikan di balik kaos dalamnya. Saat peristiwa itu terjadi, Olga Khairul tidak mengetahui kalau perbuatannya diketahui Sule Safee, dan Sule Safee memang sengaja membiarkan aksi tersebut berlangsung, dia ingin mengetahui reaksi Olga Khairul setelah melakukan aksinya. Ternyata Olga Khairul dengan ekspresi polosnya ketika ditanya Sule Safee tadi sedang apa di dalam….Olga Khairul pun menjawab  tidak sedang melakukan apa-apa??? Dari peristiwa ini, kalau dikaitkan dengan seringnya uang Sule Safee hilang, mungkin bisa saja si Olga Khairul pernah melihat dan mengetahui dari Azizah Mansor mamanya, cara mencuri yang aman dan tidak ketahuan??? Dan untuk menyakinkan Nunung Noorhayatee , akhirnya mau tidak mau, Sule Safee membuka kabar yang berbau aroma magic dari kampungnya, bahwa yang selama ini mencuri uang mereka adalah seorang perempuan yang bersama anak kecil sering main ke rumahnya. Dan Nunung Noorhayatee pun lemas tak berdaya, tega ya dikau adikku!! Sekolah aku biayai, nikah aku bantu, kelahiran anaknya aku bantu, Andre Khairul dulu waktu belum jadi suaminya aku pinjami uang untuk angsuran motor meski akhirnya motornya ditarik juga sama dealer, dan setelah Andre Khairul kena phk, aku bantu pinjaman lunak untuk beli motor meski motor tersebut digadaikan lagi olehnya, buat pindah flat sewa aku kasih pinjaman, anaknya sering berobat aku kasih uang dan waktu keguguran dan harus dikiret, dan ketika keluarga besar suaminya masa bodoh aku bantu pinjami uang buat biaya rumah sakitnya??? Kok tega-teganya,kebangetan dan sejahat itu! Dan belum habis diingatan Nunung Noorhayatee, ketika Azizah Mansor dan Andre Khairul merengek-rengek minta pinjaman uang, agar bisa segera keluar dari rumah sakit! Kalau sekali dua kali tidak masalah, tapi ini sudah puluhan kali! Dan selama ini pula, setiap bertatap muka, setiap berbincang, seolah-olah Andre Khairul  dan Azizah Mansor tidak pernah merasa berdosa, tidak pernah merasa mempunyai rasa bersalah dan tidak pernah merasa malu. Oh alangkah dahsyatnya mereka menyimpan perbuatan jahat kepada saudaranya. Berarti yang mengambil uang tabungan 2 anakku juga dia! Tega ya, uang keponakan sendiri juga diambil!

Sule Safee dan Nunung Noorhayatee hanya pasrah. Sule Safeepun kemudian merapikan system penyimpan uang  miliknya. Dan semenjak kejadian itu dia dan Nunung Noorhayatee membrain wash sendiri, untuk waspada dan hati-hati menaruh dompet dan kunci tempat menyimpan uang. Tetapi tetap saja mereka was was, karena pelaku kejahatan selalu mengintai mereka, karena memang ada di dekat mereka. Dan pastinya pelaku kejahatan itu selalu menunggu kelengahan dan keteledoran Sule Safee dan Nunung Noorhayatee! Dan semenjak itu pula, Nunung Noorhayatee tidak menceritakan kejadian kehilangan uangnya yang terakhir itu, kepada orang tuanya, Andre Khairul dan Azizah Mansor. Lebih baik diam, seolah tidak terjadi apa-apa. Karena percuma saja menceritakan kejadian kehilangan uang yang menimpa dirinya, kalau nantinya dijawab pasti yang mengambil tuyul rekaan Andre Khairul.

Apakah selama ini Azizah Mansor dan Andre Khairul, kalau memang mereka pelakunya,  sengaja mengambil uang Sule Safee dan Nunung Noorhayatee untuk menutupi kebutuhan hidupnya? Sule Safee dan Nunung Noorhayatee tidak bisa menjawab, kalau memang untuk menutupi kebutuhan hidup, mungkin ya, karena kenyataannya Andre Khairul sendiri sekarang lebih banyak menganggur, lebih banyak di rumah dan tidak mempunyai pekerjaan tetap. Atau mereka memang sengaja "mengerjain" Sule Safee dan Nunung Noorhayatee habis-habisan, karena mereka mungkin menganggap Sule Safee dan Nunung Noorhayatee sekarang pelit. Tapi bukankah Azizah Mansor punya Andre Khairul sebagai suaminya, biarlah dia yang gigih mencari nafkah dan jangan mengandalkan bantuan saudara-saudaranya! Dan kalaupun sengaja "mengerjain" Sule Safee dan Nunung Noorhayatee kenapa sampai puluhan kali? Berbagai pertanyaan-pertanyaan menggelayut di pikiran Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, dan tak ada satupun yang bisa dijawabnya, hingga membuatnya pusing. Ok, kita stop pertanyaan-pertanyaan itu sampai disini, dan tak ada gunanya kita bertanya sendiri dan kemudian kita jawab sendiri tanpa kepastian, ujar Sule Safee suatu ketika. Pertanyaan-pertanyaan itu justru membuat pikiran kita tersandera! Dan tak berguna! Ayo kita pikirkan langkah-langkah berikutnya, kita akhiri usaha ini…..Tapi Sule Safee …. Nunung  Noorhayate istriku, perhatian kita untuk usaha ini sudah menguras tenaga, pikiran, waktu serta hati …..apakah kita masih mempertahankannya? Ok lah, mungkin kita gagal diusaha ini, siapa tahu kita bisa berhasil di usaha yang lain, asal mau mencobanya! Dan jangan menunggu esok, sekarang juga kita bangun niatan kita untuk memperbaiki keadaan ekonomi kita lebih baik lagi! Dan usaha lama ini tidak bisa terus menerus kita pertahankan!

Di sebuah flat sewa, Andre Khairul dan Azizah Mansor sedang berbincang-bincang serius. Andre Khairul suamiku, apakah kira-kira Sule Safee dan Nunung Noorhayatee mengetahui aksi-aksi kita mengambil uang miliknya selama ini. Jangan kuatir dan jangan takut Azizah Mansor istriku, kekuatan magic kita lebih ampuh dan dahsyat dibandingkan kekuatan magic yang dibawa Sule Safee dari kampungnya sekalipun.  Percayalah dengan kekuatan magic yang aku miliki. Sule Safee dan Nunung Noorhayatee sudah percaya 100% dengan cerita tuyul rekaanku. Tapi Andre Khairul ….Sudahlah Azizah Mansor istriku tenang saja, bertindaklah biasa saja ketika berhadapan dengan Sule Safee maupun Nunung Noorhayatee. Mereka tidak akan curiga! Mereka akan selalu iba dan kasihan dengan kondisi kita! Dan utang-utang kita selama ini dengan Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, bagaimana Andre Khairul suamiku?  Tenang saja Azizah Mansor istriku, jangan terlalu kau risaukan utang-utang kita selama ini, karena aku punya rencana lain yang lebih dahsyat, kita akan kuasai rumah mereka beserta hartanya, sebelum uang pesangonnya habis! Ternyata tak disangka, Andre Khairul dan Azizah Mansor telah mempunyai rencana yang lebih jahat  terhadap Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, saudaranya sendiri, karena sudah gelap mata dengan kondisi ekonomi mereka.

Sule Safee sudah mengutarakan niatnya kepada mertuanya,mengenai rencananya pulang kampung di Kampong Sungai Boh dan beralih usaha . Nunung Noorhayatee pun sudah mantap mendukung rencana Sule Safee tersebut. Dan merekapun hingga detik ini, setelah kejadian kehilangan uang mereka yang terakhir, belum pernah dan tidak akan lagi menceritakan hal tersebut kepada orang tua Nunung Noorhayatee, Andre Khairul dan Azizah Mansor. Andre Khairul dan Azizah Mansor, mendengar rencana kepulangan kampung  Sule Safee dan Nunung Noorhayatee. Mereka merasa sudah saatnya rencana jahat itu dijalankan. Dan keesokan harinya, Sule Safee terkapar dengan mulut berbusa, Nunung Noorhayatee  bingung dan shock. Andre Khairul dan Azizah Mansor segera datang menolong, tanpa diketahui oleh orang tua Nunung Noorhayatee dan tetangganya. Dalam suasana berkabung, berduka dan pikiran kalut ditinggal Sule Safee suaminya, kesempatan ini dimanfaatkan Andre Khairul dan Azizah Mansor untuk mencuci otaknya Nunung Noorhayatee mengenai hal-hal ghaib yang tak dapat dicerna lagi oleh Nunung Noorhayatee. Dalam kondisi tak sadar dibawah pengaruh magic Andre Khairul, Nunung Noorhayatee membubuhkan tanda tangannya penghibahan warisan rumah dan harta bendanya kepada Andre Khairul dan Azizah Mansor, tanpa sepengetahuan orang  lain. Dan mereka dengan liciknya telah memalsukan tanda tangan saksi-saksi. Dan belum genap tujuh hari dikuburnya Sule Safee, Nunung Noorhayatee yang dirundung kesedihan mendalam atas kepergian Sule akhirnya menyusul Sule Safee ke alam baka. Dalam kebingungan yang mendalam yang dialami 2 anak Sule Safee dan Nunung Noorhayatee karena kehilangan kedua orang tua mereka dalam waktu yang berdekatan , datanglah Jessica Safee adik mendiang Sule Safee, sebagai dewi penyelamat bagi mereka. Waktupun berjalan, akhirnya Jessica Safee menyadari bahwa rumah mendiang  Sule Safee dan Nunung Noorhayatee, yang seharusnya menjadi hak kedua anaknya, ternyata telah dikuasai dan dijual oleh Andre Khairul dan Azizah Mansor. Jessica Safee pasrah dan menangis mendekap kedua keponakannya. Semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik buat kedua anak ini, dan semoga aku diberi kekuatan untuk selalu terus menjaganya dan merawatnya!

cerita ini,nama-nama dalam cerita ini, dan tempat-tempat yang disebutkan dalam cerita ini, hanyalah rekaan
semata.
Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

ads