Ahad, 12 Februari 2012

01 di parit yani - Google Blog Search

01 di parit yani - Google Blog Search


BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 08 Feb 2012 07:11 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 06 Feb 2012 07:24 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 05 Feb 2012 07:07 PM PST

URL Sumber Asal :-

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 01 Jul 2011 12:00 AM PDT

URL Sumber Asal :-

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 15 Jun 2011 08:17 PM PDT

Dari mata lensa ku menulis: Kereta masuk <b>parit</b>

Posted: 21 Nov 2010 06:30 PM PST

[unable to retrieve full-text content]Kejadian ini berlaku sekitar jam 4 ptg 20 Nov 2010 di parit yani tengah. Pemandu adalah seorang wanita. Menurut penduduk kereta yang dibawa oleh wanita tersebut tidak dapat mengawal kereta kancil tersebut lalu masuk ke ...

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 01 Jul 2011 07:16 PM PDT

Banjir <b>di</b> Kota Balikpapan Mulai Surut - KOMPAS.com

Posted: 28 Jun 2011 05:04 AM PDT

Banjir di Kota Balikpapan Mulai Surut

Lukas Adi Prasetya | Benny N Joewono | Selasa, 28 Juni 2011 | 18:29 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Ilustrasi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Genangan air di sejumlah kawasan di Kota Balikpapan, akibat hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga siang, mulai surut sore tadi. Lalu lintas kembali lancar.

Genangan air, sesuai pantauan, terlihat di Gunung malang, sejumlah titik di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai, Gunungsari, Rapak, Kampung Timur, ringroad, Jalan A Yani (puskib), Jalan Jenderal Sudirman, dan Gunung Guntur.

Yang terparah di Jalan MT Haryono, dengan ketinggian air 50-80 cm. Sejumlah kendaraan yang nekat, akhirnya terpaksa dituntun karena mogok. Sedangkan di tempat lainnya, ketinggian bervariasi, namun umumnya tak lebih selutut.

Arus lalu lintas di Jalan MT Haryono yang sebelumnya macet, kini kembali normal. Genangan air, menurut penuturan sejumlah warga dan pengguna jalan, karena parit di tepi jalan tak sanggup menampung limpasan air hujan.

Wahyu (33) salah satu karyawan perusahaan swasta yang berkantor di jalan itu menuturkan, jika hujan deras berjam-jam, ia tak berani membawa motornya menerjang genangan air.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BLOG JOHOR: 01 <b>di parit yani</b> - Google Blog Search

Posted: 23 Jun 2011 07:58 PM PDT

SEJAK Rabu 24 Juni lalu, rumah Muslim di Dusun Cempaka, Desa Kalimas ramai dikunjungi. Warga ingin melihat emas batangan yang ditemukan Muslim bersama tiga temannya.

Sudah tiga tahun Muslim tinggal di Kalimas. Sebelumnya dia berdiam di Teluk Pakedai. Rumahnya yang sekarang dibeli dari seorang kenalannya.
"Rumahnya saya beli. Tapi tanahnya warisan dari bapak. Saya baru tinggal di Kalimas," kata Muslim.

Sebelum menemukan emas, Muslim mengaku bermimpi didatangi delapan ekor ular. Tujuh ekor ular berhasil dibunuhnya, satu lagi dilemparkan ke luar rumah. "Saya juga mimpi diserang penyengat dan naik sampan besar persis di sungai depan rumah. Mimpi itu berbeda dari mimpi biasanya," ungkapnya.

Rumbaka, satu satu teman Muslim, mengaku sudah menggali parit sejak beberapa waktu lalu. Ia juga mengaku mendapatkan mimpi yang aneh. "Mimpi itu saya sangka adalah petunjuk untuk nomor togel. Setelah mimpi itu berinisiatif membeli togel. Siapa tahu beruntung. Tapi setelah dicoba sampai tiga kali keberuntungan tidak datang," ujarnya.

Ternyata mimpi itu, lanjutnya, merupakan tanda bahwa dia akan menemukan emas itu. Sekitar pukul 17.00, saat sedang melanjutkan penggalian parit tiba-tiba merasakan seperti ada benda keras mengenai tangannya. ''Setelah saya pegang ternyata warna benda itu kuning, dan persegi panjang, kemudian saya mengangkat barang itu, ternyata sebuah emas," ulasnya.

Hal sama juga dialami Muslimin, yang juga salah satu orang yang mendapatkan barang berharga itu. Saat menemukan, kejadiannya sama dengan yang dialami Rumbaka. Jarak penemuan emas pertama dengan ke dua berkisar satu atau dua meter. "Saya juga sedang bekerja di tempat Pak Muslim, saat itu saya sedang memecah tanah dan merasakan ada benda keras menyentuh tangan, kemudian saya angkat yang benda itu adalah emas," ujarnya.

Musa (40), yang juga warga di Desa Kalimas, menemukan benda di tempat yang sama. Namun kali ini, ia menemukan benda seperti telur berwarna bening. Isinya di dalamnya adalah wayang tokoh semar, yang diperkirakan juga dari emas. "Kalau saya menemukan di ujung parit dekat dengan sungai, saat itu kami ingin menanam pohon pisang di pinggir parit baru itu," paparnya.

Yani, warga masyarakat Desa Kalimas mengatakan di tempat itu sering ditemukan benda-benda berharga yang memiliki nilai sejarah. Sebelumnya juga pernah ditemukan beberapa meriam kecil. "Memang tempat kami sudah sering sekali adanya penemuan benda-benda kuno. Menurut cerita, dulunya banyak orang kaya yang menyembunyikan harta bendanya dengan dikubur di tempat ini," katanya.

Yani menyayangkan belum adanya perhatian dari pemerintah terhadap temuan-temuan benda kuno itu. Pernah meriam yang sudah diamankan petugas, sampai sekarang tidak ada kabarnya. "Jadi kalau penemuan sekarang ini kalau memang dijadikan benda bersejarah atau diambil oleh museum, diharapkan ada imbal balik kepada penemu serta pemilik tanah, sehingga masyarakat merasa dihargai," tukasnya.

Baik Muslim, pemilik tanah, dan ketiga pekerja itu, sepakat apabila barang temuan ini diambil. Setidaknya ada ganti ruginya. Uang itu akan dipakai untuk memperbaiki tempat ibadah di desanya, serta sedikit uang lelah bagi yang menemukan. "Boleh saja benda ini diambil, namun kami setidaknya mendapatkan ganti rugi," katanya.

Terkait penemuan emas batangan warga Desa Kalimas, Juniar Purba, sejarawan muda menilai perlu penelitian. ''Kalau hanya sekadar temuan emas batangan itu merupakan kewenangan dari dinas pariwisata, kalau BKSNT hanya mengkaji benda-benda yang diduga mengandung nilai sejarah," jelasnya.

Kemungkinan, lanjutnya, benda-benda itu merupakan peninggalan orang biasa. "Kalau dilihat dari sejarah sendiri kawasan Kalimas belum ada bukti sebagai tempat penyimpan benda bersejarah," tandasnya. (jpnn)

sumber:http://www.axxyc.com/forum/Hot-News-Penemuan-Emas-Batangan-Bergambar-Soekarno-dan-Kristal-Tokoh-Pewayangan

Artikel Lainnya :

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.
Full content generated by Get Full RSS.
Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

ads