ads

Rabu, 14 September 2011

01 di parit yani - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di parit yani - Google Blog Search


Cekdam Belum Berfungsi Puluhan Hektar Sawah Petani Terancam <b>...</b>

Posted: 14 Sep 2011 07:08 AM PDT

By redaksi at 14 September, 2011, 2:08 pm

Alas, Gaung NTB
Puluhan hektar sawah milik petani di Desa Marente Kecamatan Alas, terancam terancam gagal panen menyusul belum berfungsinya cekdam di desa setempat pasca diterjang banjir awal tahun 2011 lalu.
Di Desa Marente terdapat tiga cekdam yakni cekdam Brang Beta, cekdam Uma Puga dan cekdam Orong Marente. "Sudah empat bulan terakhir cekdam ini sudah tidak berfungsi lagi mengairi sawah," ungkap kepala desa setempat, M Amin TG.
Masalah tersebut menurutnya, sudah pernah disampaikan pada saat Abu Bakar SH menjabat sebagai Camat Alas, dan belum pernah direspon. "Apabila masalah ini tidakm segera ditangani dikhawatirkan tahun 2012 menatang masyarakat Desa Marente mengalami kelaparan," ujarnya.
Dikatakannya, saat ini petani sudah mulai menanam padi namun berhubungan cekdamnya belum berfungsi volume yang ditanam mengalami penurunan drastis. "Untuk bisa mengairi sawahnya petani terpaksa mengambil air di parit, tapi itu tidak maksimal," tandasnya.
Karenanya, Masrun, berharap pemda melalui dinas terkait dapat segera memperbaiki cekdam yang rusak ini agar padi petani dapat terairi.

berita lain:

  1. Petani Jagung di Dompu Terancam Gagal Tanam Dompu, Gaung NTB Sejumlah petani jagung di Kabupaten Dompu, Nusa...
  2. Kendala Tenaga Tekhnis, BPK Belum Berfungsi Taliwang, Gaung NTB Meski sudah memiliki kantor sejak Tahun 2008...
  3. Bendung DI Kawangko Terancam Terguling Dompu, Gaung NTB Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Dompu, bersama...
  4. Petani Jereweh Kesulitan Peroleh Pupuk Taliwang, Gaung NTB Petani di Kecamatan Jereweh KSB kesulitan memperoleh...
  5. Harga Jual Gabah Anjlok, Petani Mengeluh Taliwang, Gaung NTB Para petani di KSB mengeluhkan rendahnya harga...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Categories : SUMBAWA BESAR

Uly Johnson&#39;s Blog 8: Tempat - tempat bersejarah <b>di</b> kota Bengkulu

Posted: 13 Sep 2011 08:57 PM PDT

Fort Marlborough

FORT Marlborough dibangun Perusahaan India Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini menghadap Selatan dan memiliki luas 44.100 meter persegi. Bentuk benteng abad XVIII (1914) ini menyerupai kura-kura. Pintu utama dikelilingi parit luas dan tersambung dengan jembatan ke gerbang dalam. Menurut masyarakat sekitar, benteng ini memiliki pintu keluar bawah tanah.

Fort Marlborough adalah peninggalan terbesar Inggris terbesar di Indonesia. Benteng Marlborough sesungguhnya bukan sekadar benteng pertahanan militer, karena ia dibangun demi kepentingan perdagangan; penjamin kelancaran suplai lada bagi perusahaan dagang Inggris, East India Company, serta pengawasan jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda. Benteng berperan ganda: markas pertahanan militer sekaligus kantor pusat perdagangan dan pemerintahan Inggris.

Bengkulu merupakan ibu kota wilayah presidensi (kumpulan wilayah residen) Inggris di pesisir barat Sumatera. Wilayah itu dikendalikan dari Benteng Marlborough. Inggris sebelumnya juga membangun benteng serupa dengan fungsi dan peran lebih besar di Madras, India, yaitu Fort St George. Dari Madras inilah, East India Company mengembangkan pengaruh ke Asia Pasifik, termasuk Bengkulu.

Fort Marlborough dihuni oleh pegawai sipil dan tentara Inggris. Dalam catatan British Library, Oriental and India Office Collections tahun 1792 terdapat 90 pegawai sipil dan militer tinggal dan bekerja dalam Benteng Marlborough. Para petinggi atau perwira senior tinggal dalam lingkungan benteng bersama keluarga. Benteng ini menyerupai hunian dalam kota kecil dengan tembok tebal. Seperti layaknya kehidupan bermasyarakat, catatan-catatan menyangkut perkawinan, pembaptisan, dan kematian "penduduk" benteng ini pun masih dapat tersimpan.

Desain tata ruang Benteng Marlborough mencerminkan keragaman aktivitas masyarakat. Kompleks bangunan ini 44.100,5 meter persegi, tetapi total bangunan dalam benteng hanya sekitar 20 persen. Bagian benteng selebihnya berfungsi sebagai ruang terbuka. Bangunan fisik Benteng Marlborough sangat kokoh, antara lain terbukti ketika gempa bumi berkekuatan 7,3 skala Richter meluluhlantakkan ribuan bangunan gedung dan permukiman Bengkulu tahun 2000 maupun gempa bumi dengan 7,9 skala Richter, benteng ini tak mengalami kerusakan berarti. Padahal, konstruksi benteng ini tidak menggunakan beton bertulang.

Desain dasar Benteng Marlborough berbentuk segi empat. Desain ini menyerupai kura-kura, ditandai dengan empat bagian bangunan menyudut seperti kaki, serta satu kelompok bangunan menyerupai bagian kepala kura-kura. Bagian atas bangunan ini tersambung melingkar menjadi pelataran penempatan meriam, sekaligus mempermudah mobilitas perpindahan meriam. Ciri lain benteng pertahanan ini adalah dua lapis dinding pertahanan, sehingga ketika dinding terdepan bisa ditembus lawan, pasukan bisa segera mundur dan melakukan pertahanan dari dinding kedua.

Pembangunan benteng tahap pertama selesai 1718 dengan gerbang utama benteng di sisi barat. Bagian bangunan menyerupai kepala kura-kura kemudian ditambahkan pada 1783. Dengan penambahan ini sistem pertahanan gerbang benteng menjadi berlapis. Kekokohan benteng tergambar dari ketebalan dinding bagian luar setinggi 8,65 meter dan ketebalan tiga meter. Sementara tebal dinding dalam sekitar 1,8 meter. Bahan bangunan antara lain batu karang, batu kali, dan bata dengan perekat campuran kapur, pasir, dan semen merah.

Untuk memasuki benteng dari gerbang utama, kita harus melewati dua jembatan yang menyeberangi parit-parit kering. Parit itu berkedalaman sekitar 1,8 meter dengan lebar 3,6 meter. Jembatan-jembatan kayu di atas parit kering itu aslinya tidak pernah permanen agar dapat diangkat dalam menghambat gerak musuh. Selepas gerbang pertama, kita akan menyusuri lorong pendek dengan langit-langit melengkung. Empat buah batu nisan besar tertempel pada salah satu sisi bangunan lengkung ini. Batu-batu nisan ini merupakan tugu peringatan kematian sejumlah petinggi benteng, antara lain Deputi Gubernur Inggris Richard Watts—meninggal pada 1705. Meskipun tugu peringatan berbahasa Inggris itu tertulis dalam huruf bergaya kuno, tetapi sebagian besar masih terbaca dengan jelas.

Keluar dari bangunan lengkung selepas pintu masuk ini, kita akan menyusuri alur jalan pada ruang terbuka menuju jembatan kedua. Di sisi selatan jalan itu berjajar tiga buah makam, satu di antaranya makam Residen Thomas Parr—terbunuh Desember 1807. Adanya pemakaman itu menunjukkan fungsi benteng menampung seluruh aktivitas penghuni sejak lahir hingga meninggal. Melalui jembatan kedua berketinggian 3,25 meter dari dasar parit di bawahnya, sampailah pada pintu gerbang yang dikenal sebagai the great gate (gerbang utama). Daun pintu kayu pada gerbang kedua ini masih utuh meskipun sudah berumur hampir 300 tahun. Daun pintu ini memakai jenis kayu kapur konon berasal dari Kalimantan.

Tiga ruangan kita jumpai di sebelah kiri begitu melewati the great gate dulu difungsikan sebagai kediaman para perwira. Ruangan-ruangan ini pada 1873 difngsikan sebagai gudang senjata. Ruang pertama menyerupai lorong sepanjang 13,5 meter dengan lebar sekitar lima meter. Di dalamnya terdapat tiga "anak ruangan" berukuran sekitar 1,5 meter x 4,5 meter. Ruang ini seakan menyerupai lemari beton tebal. Di ujung lorong terdapat pintu turun menuju ke ruang bawah bangunan benteng. Gelap dan lembab pada ruang-ruang bawah memberi kesan penyusuran bagian benteng ini berbau petualangan. Ruang bawah ini disebutkan berfungsi sebagai tempat penyimpanan harta.

Pada sisi lain gerbang masuk, kita akan menemui ruangan dengan funsi ruang jaga utama maupun ruang penjaga benteng yang tidak sedang bertugas. Di bagian dalam, terdapat dua ruang tahanan militer. Pada salah satu bagian dinding ruang tahanan itu terlihat lukisan arang dan catatan dalam bahasa Belanda kuno. Tulisan diperkirakan buatan tahanan dalam benteng.

Di sepanjang sayap selatan Benteng Marlborough terdapat deretan ruangan barak tidur. Masing-masing ruang memiliki satu pintu menghadap ke halaman dalam benteng. Meskipun terbuat dari jeruji besi, pintu-pintu ini berdesain lengkung dan terkesan cantik. Desain lengkung juga terlihat pada bagian langit-langit ruangan. Kompleks perkantoran terdapat di sayap utara benteng. Sebelum tahun 1780-an, sisi utara benteng ini difungsikan menjadi ruang keluarga pejabat sipil senior serta tempat tinggal perwira lajang. Sementara gudang dan kediaman gubernur terdapat di bagian barat.

Pada zamannya, benteng ini dikelola oleh dewan pimpinan terdiri dari deputi gubernur sebagai kepala wilayah pendudukan, komandan benteng sebagai pemimpin militer, dibantu oleh dua pejabat. Pejabat tinggi lainnya adalah semacam kepala perdagangan (senior merchant). Pada 1792, tercatat 18 atase perdagangan berkantor di Fort Marlborough. Beberapa kepala perdagangan ini juga menjabat sebagai kepala wilayah atau residen sejumlah kawasan sepanjang pesisir barat Sumatera, antara lain Manna, Lais, Natal, Tapanuli, dan Krui. Pada 1792 tercatat sembilan orang juru tulis bekerja dan tinggal dalam benteng. Teknisi, petugas kesehatan, pemain organ, hingga tukang kayu pun menghuni benteng ini.

Di tengah benteng, terhampar halaman dalam berumput hijau dengan beberapa pepohonan teduh. Halaman dalam cukup luas ini berfungsi bagi beragam kegiatan militer pada masa itu, misalnya upacara dan latihan keterampilan. Di lapangan ini pula dibacakan keputusan pengadilan dan kesaksian eksekusi militer. Sementara bagian halaman teduh oleh pepohonan dengan pemandangan laut lepas, menjadi tempat bersantai. Jalan setapak menghubungkan gerbang utama bagian selatan dengan gerbang utara terdapat di tengah halaman. Pintu gerbang sisi utara ini pun disambungkan dengan jembatan kayu ke luar lingkungan benteng.

Dari atas dinding benteng atau bastion, teramati hamparan laut lepas. Untuk menaikkan meriam pada posisi tembak di bastion, dibangunlah beberapa bidang miring dari susunan bata di sudut-sudut benteng ini. Di bastion, kita juga dapat mengamati saluran etalase ruangan-ruangan seperti cerobong. Mulut cerobong itu diberi payung kerucut terbuat dari seng sehingga udara dapat bersirkulasi, namun terlindung dari curahan air. Menjelajahi benteng ini tidak akan lengkap tanpa menyusuri lorong-lorong di bawahnya. Lorong-lorong bawah tanah sempit dan gelap ini konon merupakan tempat penyimpanan senjata. Juga terdapat lorong bawah tanah yang menyambungkan benteng dengan jalan keluar tanpa melewati pintu-pintu gerbang.

Rumah Pengasingan Bung Karno


Selama berada di pengasingan Propinsi Bengkulu, Bung Karno di tempatkan di sebuah rumah milik orang cina yang bernama Tan Eng Cian. Tan Eng Cian pada waktu itu merupakan pengusaha penyuplai bahan kebutuhan pokok untuk kolonial Belanda. Bung Karno menempati rumah tersebut pada tahun 1938 sampai dengan tahun 1942, rumah tersebut terletak di jalan anggut tidak jauh dari Benteng Malborough.
Rumah yang di tempati Bung Karno sewaktu pengasingan di Propinsi Bengkulu berdiri pada abad ke-20 , berbentuk empat persegi panjang. Bangunan ini tidak berkaki dan dindingnya polos. Pintu masuk utama berdaun ganda, dengan. Bentuk jendela persegi panjang dan berdaun ganda. Pada ventilasi terdapat kisi-kisi berhias. Rumah dengan halaman yang cukup luas ini memiliki atap berbentuk limas. Luas bangunan rumah ini adalah 162 m2, dengan ukuran 9 x 18 m.Dulunya Luas tanah semua rumah itu mencapai 4 hektar.

Dengan berjalananya waktu maka oleh pihak pemerintah propinsi Bengkulu, sebagian tanahnya di bagi-bagi untuk mendirikan rumah penduduk dan perkantoran milik pemerintah setempat. Di dalam rumah pengasingan Bung Karno tersebut terdapat benda-benda bersejarah yang menjadi saksi bisu atas keberadaan Bung Karno di Propinsi Bengkulu selama dalam Pengasingan. Benda-benda tersebut diantaranya adalah sebuah lemari gandeng berukuran 2 x 1,5 meter, tempat buku koleksi Bung Karno dipajang, sebuah lemari pakaian yang dulunya di gunakan untuk menyimpan pakaian serta beberapa benda bekas pemain sandiwara ketika itu, seperti kebaya dan payung tua terbuat dari kertas tetapi semuanya telah tampak usang dan pudar warnanya, tidak hanya itu setiap dinding terpajang foto-foto Bung Karno berserta Ibu Inggit dan keluarga serta kerabatnya yang lain termasuk juga foto Ibu Fatmawati ketika itu baru beranjak dewasa. Dan masih banyak yang lainnya.

Rumah Fatmawati

Sebelum menikah dengan Bung Karno, Fatmawati tinggal bersama keluarganya di rumah yang letaknya hanya 600 meter dari rumah pengasingan Bung Karno. Jalan tempat rumah itu sekarang dinamai Jalan Fatmawati, dekat bundaran simpang lima di depan kantor Walikota Bengkulu. Rumah ini sekarang juga sudah dijadikan museum.

Monument Thomas Parr


Monumen Thomas Parr merupakan salah satu objek wisata sejarah di Kota Bengkulu. Letaknya berdekatan dengan Benteng Marlborough, hanya berjarak sekitar 170 m di sebelah tenggara. Monumen berbentuk tugu dengan luas 70 meter persegi dan tinggi 13,5 meter ini dibangun oleh pemerintah Inggris pada tahun1808 untuk memperingati Residen Thomas Parr yang tewas dibunuh oleh rakyat Bengkulu.Thomas Parr (1805-1807) adalah pengusa Inggris di Bengkulu ke empat puluh sembilan yang terkenal sangat keji dan kejam. Dia diangkat oleh pemerintah Inggris untuk menggantikan Deputy Governor Walter Ewer (1800-1805).

Semasa memerintah, Thomas Parr menerapkan sistem tanam paksa untuk membuka perkebunan kopi di Bengkulu. Sudah tidak dapat dihitung lagi berapa banyak korban nyawa yang melayang selama masa tanam paksa tersebut.Sampai suatu ketika, kebencian rakyat Bengkulu sudah tidak dapat dibendung lagi. Pada suatu malam, tepatnya pada tanggal 23 Desember 1807, rakyat Bengkulu beramai-ramai menyerbu Mount Felix ( Bukit Palik ) rumah peristirahatan Thomas Parr, tentu dengan maksud ingin menghabisi sang Residen itu. Pada malam yang naas itu, sang Residen yang lalim tersebut akhirnya terbunuh dengan cara yang mengenaskan.

Atas peristiwa itu, Pemerintah Inggris tidak ambil diam. Sebagai pemabalasan, tentara Inggris bertindak keji dan membabi buta, menghancurkan dusun-dusun dan membunuh setiap penduduk yang di jumpainya. Bukan hanya itu, hewan ternak pun tidak luput dari amukan tentara Inggris yang kehilangan kendali.

Menurut sebuah sumber, Thomas Parr dimakamkam di daerah tertutup di Fort Marlborough, dengan pertimbangan, untuk menghindari perasaan penduduk lokal, dan juga dikawatirkan akan digali dan dinajiskan (dikutuk) oleh penduduk lokal. Demikian juga dengan makam Charles Murray, sekretarisnya yang telah berusaha menyelamatkan Mr. Parr, dan meninggal pada tanggal 7 Januari 1808.

Bagi pemerintah kolonial Inggris, bagaimana pun juga Thomas Parr tetap dianggap sebagai pahlawan karena jasa dan pengabdiannya. Oleh karena itu, pemerintah Inggris kemudian mendirikan sebuah monumen untuk mengenangnya. Monumen tersebut dibangun diatas tanah yang berlokasi tidak jauh dari pusat ibukota Bengkulu (sekitar 150 kaki) dari Fort Marlborough.

Monumen yang didirikan tanggal 7 Januari 1808 itu, terdapat prasasti (memori) yang berkaitan dengan peristiwa Mount Felix. Orang-orang Inggris menyebut dengan nama Parr Monument, sedangkan kelompok elite pribumi Bengkulu menyebutnya sebagai Taman Raffles (Raffles Park). Penduduk pribumi Bengkulu itu sendiri lebih akrab menyebutnya sebagai kuburan bulek.Keistimewaan Monumen Thomas Parr dapat dilihat dari dua aspek, yaitu aspek fisik bangunannya dan aspek sejarahnya. Dilihat dari aspek fisiknya, keistimewaan Monumen Thomas Parr dapat dilihat dari keunikan arsitekturnya. Monumen berbentuk tugu ini berdenah segi 8 dan mempunyai tiang-tiang bergaya corinthian (berbentuk bulat seperti balok kayu yang mengandung makna agar bangunan terlihat kokoh dan berwibawa). Pintu masuknya terdpat di bagian depan dan sisi kanan dan kiri, berbentuk lengkung sempurna dan tidak mempunyai daun pintu. Pada salah satu dinding di ruang dalan tugu terdapat sebuah prasasti, tapi pada saat ini sudah tidak dapat di baca lagi karena sudah rusak. Bagian atas tugu mempunyai atap yang berbentuk kubah.

Adapun nilai sejarah yang melekat pada monumen ini adalah mengingatkan masyarakat Indonesia pada besarnya kontribusi rakyat Bengkulu dalam mengusir penjajahan Inggris dari Nusantara. Monumen yang oleh rakyat Bengkulu disebut dengan kuburan Bulek ini merupakan simbol perjuangan dan persatuan dalam mempertahankan hak dan kemerdekaan tanah leluhurnya dari penindasan kolonial Inggris.
Lokasi Monumen Thomas Parr terletak di jalan Ahmad Yani, Kota Bengkulu, Propinsi Bengkulu Indonesia.

China Town


Kampung Cina terletak 190 meter di sebelah selatan dari Benteng Marlborough, pada titik koordinat 3o 47' 15,9" LS dan 102o 15' 2,6" BT. Berdasarkan data sejarah kawasan ini merupakan pemukiman Cina sejak masa Kolonial Inggris. Keterangan tersebut mendukung keberadaan tinggalan-tinggalan arkeologi di kawasan tersebut yang berupa rumah tinggal yang mempunyai arsitektur Cina.

Terhitung ada 20 buah rumah tinggal yang berarsitektur Cina di kawasan ini. Rumah-rumah tersebut umumnya memanjang ke arah belakang, bertingkat 2, dan beratap lengkung.Terlihat juga rumah-rumah tersebut diberi hiasan terawangan yang terdapat di atas jendela yang berfungsi sebagai ventilasi sebagaimana umumnya pada arsitektur rumah Cina.
Kini kawasan pemukiman cina tersebut hampir berubah bentuk walaupun sebagian masih dipertahankan keasliannya.
untuk mempertahankan keidentikan dan kekhasan daerah pemukiman cina tersebut, pemerintah daerah bengkulu mendirikan sebuah gerbang bercorak cina di depan benteng Marlborough tak jauh dari pemukiman tersebut.

Masjid Jamik

Mesjid Jamik ini terletak di jalan utama kota Bengkulu dan merupakan kenang-kenangan dari Bung Karno semasa pengasingannya dan juga sebagai seorang arsitek, bangunan mesjid yang masih aktif dipergunakan ini memiliki atap berbentuk Limas dan menggambarkan perkawinan budaya lokal, budaya thionghoa dan budaya islam.
Mesjid ini terletak di ujung jalan soeprapto tepat di pusat keramaian kota Bengkulu.Mesjid ini berada pada ketinggian 20 m di atas permukaan laut. Berjarak 1,2 km dari Benteng Marlborough, dengan sudut kemiringan 112o (Darmansyah 2002). Pada abad XIX bangunan masjid berbentuk sederhana dengan bangunan berbahan kayu dan beratap rumbia.

Pada awal abad ke XX masyarakat membangun masjid tersebut menjadi lebih baik dengan cara swadaya. Bagian dinding diganti dengan tembok, dan bagian atap diganti dengan seng, sekaligus memperluas masjid tersebut.

Pada tahun 1938, bangunan masjid didesain ulang oleh Bung Karno yang biaya ditanggung oleh masyarakat sendiri.
Bung Karno sebagai arsitek bangunan tersebut tidak merubah secara keseluruhan, hanya bagian-bagian tertentu saja yang dirubah dan ditambah. Bagian dinding masjid ditinggikan 2 meter, dan bagian lantai ditinggikan 30 cm.
Bung Karno memberikan ciri khas pada bagian atap dengan membentuk atap limasan kerucut dengan memberikan celah pada pertengahan atap sebagai sentuhan arsitektur tersendiri. Pada beberapa bagian bangunan ditambah tiang dengan ukiran dan pahatan berbentuk sulur-sulur di bagian atasnya dan dicat dengan warna emas.

source: wisatabengkulu.com, wikipedia

01 di tampoi - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di tampoi - Google Blog Search


Catz&#39;s Cafe: Buah <b>Tampoi</b>

Posted: 05 Sep 2011 10:14 PM PDT

pernah jumpa buah tampoi??

Buah tampoi can be catagorized as exotic wild jungle fruit. menurut pakcik yang jual dan paksa-rela aku beli nih susah nak jumpa buah ni. duk jauh nun dalam hutan and normally orang asli ada jual if lalu dekat perkampungan mereka.

Pokok Tampoi merupakan pokok buah-buahan subtingkat dalam hutan hujan tropika dan banyak tumbuh di Borneo.

Di Hilir Perak, ia dikenali sebagai buah larah.

Semalam aku pi beli sayur sikit kat hypermarket, tiba-tiba depan tu ada jual buah durian dan buah yang rupanya pelik. aku ingat kan sejenis bawang ke apa tah ---> gila jakun aku kan.
Nak tanya segan (wah pemalu rupanya aku ni) tapi dek aku nih asyik pandang-pandang, pakcik tuh belah sebijik utk bagi rasa kepada potential buyer yang duk pandang-pandang tapi macam takut nak beli.
dia bagi aku rasa seulas. eh..sejenis makanan la. sejenis buah. sedap. manis.

Pakcik tuh kempen-kempen:

" 3 kilo RM10". sekilo RM4.00.

aku cakap nak sekilo je. pakcik tuh suhhhh gak amik 1.5 kilo =RM5.00.

dia cakap: utamakan lah buah-buahan tempatan. buah ni susah nak dapat ni..dalam hutan nuuuu duk cari. nak jumpa musim dia pun susah. rugi kalau tak beli. baik cuba..sedap! manis!!

aku rasa kan..dia pikir aku nak pi beli buah durian kat gerai sebelah tuh, dan nampak sepelastik buah anggur kat tangan aku.
eh..helllowww pakcik, buah durian tuh buah tempatan febret ai ok.

and now katanya buah tampoi ni ada juga ditanam di Sungai Lui, Hulu Langat, di Johol Negeri Sembilan dan di Johor jugak.

Setau aku yang kat Johor tuh Hospital Tampoi., bukan pokok tampoi. err..Jalan Tampoi pun ada di Johor jugak. ye dulu i menoreh mencarik rezeki di kawasan perindustrian Tampoi jugakkk.Kilang electronic yang meninggalkan nostalgia dan troma jugak lah kan. ok, best jugak keje situ, yang tak bestnya aku keje macam hampir 24 jam setiap hari, sampai tidur kat Kilang, macam lah abah aku pemegang share kat company tu.
Tu belum cerita lagi betapa troma aku bergaduh dengan operator kat production line yang kejap-kejap MC, kejap kang cuti, kejap kang ada jari hampir putus sebab memandai-mandai guna pisau untuk proses yang sepatutnya tak guna pisau. err...ni bukan kilang popia ye., ni kilang elektronik. paling aku ingat, syasya, operator mak nyah yang pakaiannya setiap kali datang keje buat aku rasa nak tanya, " berapa ringgit harga baju kau ni nok?" . sebabnya kalah ropa pakaian dia dengan dress ratu cantik bolivia tuh. walau akuu kadang perang mulut dengan dia sebab dia suka datang lambat, tetipa kali raya dia bagi aku kuih raya satu tupperware besar macam nak makan 10 orang. tu semua kuih-kuih raya yang dia buat dan jual. ok..tu cerita zaman-zaman aku keje kilang dulu. engineer merangkap supervisor merangkap minah karen.

eh..apesal aku menyimpang jauh sangat ek? aku nak cerita pasal buah tampoi la.



ok, nak kupas buah ni senang je.tanggalkan tangkai tu kan. dan bubuh buah antara kedua tangan kita, macam nak belah buah manggis tuh.

tada....putih melepak. rasa dia macam rambai sket, tapi manis dan lebih lemak, kdg ada rasa masam-masam sikit. sedap!!!

buah ni ada yang warna oren dalam dia. tapi yang ni putih...manisssssss .

ok dah . ini saja pelajaran geography hari ni.

01 di benut - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di benut - Google Blog Search


penjana kemajuan bangsa...: Kursus Pemantapan PPM <b>di</b> PKG <b>Benut</b>

Posted: 12 Sep 2011 12:33 AM PDT

[unable to retrieve full-text content]Taklimat PPM Daerah B.Pahat di SK Banang Jaya (21.1.11). Tarikh : 21.1.11 (Jumaat) Tempat : Bilik mesyuarat SK Banang Jaya, Batu Pahat Masa : 3.00 petang Pengerusi : En. Harom b. Hj Ikhsan (Peny. ...

di negeri johor - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

di negeri johor - Google Blog Search


Jawatan Kosong <b>di</b> Pusat Pelaburan <b>Negeri Johor</b> (JSIC) Malaysia <b>...</b>

Posted: 12 Sep 2011 10:54 PM PDT

Advertisment

Applications are invited from the people of Johor or Malaysian citizens who are qualified to fill positions in the Johor State Investment Centre (JSIC) for the position as follows: -

1. PENGURUS GRED N48

2. PEMBANTU TADBIR N17

KLIK DI SINI UNTUK IKLAN JAWATAN

KLIK DI SINI UNTUK BORANG PERMOHONAN

Tarikh Tutup Permohonan : 19 September 2011

Advertisment

01 di kempas - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di kempas - Google Blog Search


Empangan RM85.5 Juta Atasi Masalah Bekalan Air <b>di</b> Kluang <b>...</b>

Posted: 10 Feb 2011 09:00 PM PST

KLUANG:Masalah bekalan air ketika musim kemarau di beberapa daerah di negeri ini termasuk Kluang akan dapat diatasi dengan pembinaan empangan di Kahang bernilai RM85.5 juta.

Menteri Besar Johor, Dato' Abdul Ghani Othman, berkata lokasi empangan itu telah dikenal pasti dan reka bentuk pembinaannya juga telah disiapkan.

"Kerajaan maklum bahawa ada antara daerah seperti Kluang terdedah dengan masalah bekalan air ketika musim kemarau. Oleh itu, untuk penyelesaian jangka panjang, kita akan membina empangan baru di Kahang,"katanya.

Abdul Ghani berkata demikian pada sidang media sempena Majlis Penyerahan Notis 5A kepada 317 penduduk Kampung MCA Gunung Lambak di Dewan Yap Tau Sah, di sini semalam.

Selain itu, katanya, tiga sumber air dari empangan Sembrong Barat dan Machap di Kluang dan Bekok di Batu Pahat  turut menghadapi masalah memproses air disebabkan paras air yang tidak mencukupi.

Beliau berkata, bagi mengatasi masalah itu, kerajaan negeri telah memperuntukkan RM13 juta untuk menaik taraf ketiga-tiga empangan berkenaan.

"Projek menaik taraf empangan ini adalah untuk menaikkan semula paras air di Bekok dan Machap. Jika berjaya, lebih banyak air dapat disimpan dan sekaligus mampu meningkatkan kapasiti untuk bekalan air ke daerah Kluang,"katanya.

Dalam ucapannya, Abdul Ghani menyarankan supaya setiap penerima hak milik membayar wang premium serentak bagi memudahkan kerja meletak batu sempadan.

"Penanaman batu sempadan secara serentak amat penting bagi pembangunan semula kampung ini, termasuk dari segi penyediaan infrastruktur dan kemudahan-kemudahan awam,"katanya.



Gubuk Kecil Kembara Jalanan: <b>Kahang</b> - Bibiq keteguran <b>di</b> kebun

Posted: 10 Apr 2011 08:45 AM PDT

Hujung minggu ini (April 9-10, 2011) - maza sudah pulang ke kampung Sri Lukut, Mukim Kahang, Kluang, Johor. Adik maza (Bibiq) sudah diserang gangguan dari alam ghaib. Kakinya membelon dari ibu jari membawa ke pangkal peha di sebelah kaki kanannya. 
Sekarang ini Bibiq sedang mendapatkan rawatan di rumah mertuanya di Batu Pahat. 
Alkisah tatkala meracun di kebun getah di atas bukit sana berpinggiran hutan simpan kekal Lenggong itu. Tatkala dalam perjalanan pulang dia menegur sebuah tapak kaki yang agak pelik. 
"Kalau tak silap, ini tapak kaki tenuk ni," kata Bibiq kepada Ana isterinya.
"Mana bang?" Ana terpinga-pinga mencari sama.

Hanya beberapa saat selepas itu kakinya mulai terasa lain macam. Dirasakan berat berpikul-pikul memeluk kaki kanannya. Sampai di rumah kakinya itu sudah membengkak besar. Maka tahulah Bibiq serta emak bahawa Bibiq sudah terkena 'teguran'.
Sebelum ini pun sudah pernah berlaku dan ramai juga orang kampung terserempak dengan 'sesuatu' di kebun itu. 
"Sudah namanya kebun kami di situ. Lagi pun memang tempat kami cari makan. Mahu atau tidak terpaksalah kami redah juga bang. Mahu atau tak kena juga buat, kalau tidak macam mana dapur kami nak berasap," terang Bibiq kepada maza setelah diusulkan agar dia lebih berhati-hati ketika menoreh mahupun membersihkan kebun.
Setelah seminggu berubat di Batu Pahat dengan seorang Kakek (atuk), alhamdulilah, sakit yang dialaminya semakin pulih. Dari tidak boleh berjalan dengan hanya mampu merangkak serta 'diusik' pada malam hari, hari ini Bibiq sudah boleh berjalan dan bengkaknya semakin menyusut.
Benda-benda halus seperti ini sukar juga hendak dipastikan. Mulanya ingatkan sakit yang boleh dirawat di hospital. Tetapi doktor kata mengikut pandangan perubatan moden, Bibiq sihat dan tidak sakit apa-apa. Kemudiannya doktor Melayu tersebut menyarankan agar Bibiq dibawa pulang dan berubat alternatif cara 'kampung'.
Esok malam, dengar khabar sekali lagi Bibiq akan dirawat dan dimandikan bunga. Mudah-mudahan semuanya selamat dan sejahtera hendaknya.
Pada kengkawan, mahulah maza memohon jasa baik agar mendoakan keluarga kecil kami dalam keselamatan, kebahagian, dan perlindungan daripada Tuhan Rabul alamin jua. 

01 di pontian - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di pontian - Google Blog Search


My Colourful Life....: Program Otai-Otai SSP Beraya <b>di Pontian</b> 2011

Posted: 04 Sep 2011 08:04 PM PDT


Hari Raya Kedua


Program Otai-otai SSP Beraya di Pontian, berjaya dengan jayanya diadakan pada Hari Raya ke-2. Program ini bertujuan mengeratkan kembali silaturrahim di antara kami. Program julung kali ini walaupun tidak ramai yang menyertainya...tapi cukup meriah, terbayang pada wajah-wajah gembira sahabat-sahabat dan guru-guru....haaa lagu tema program kami ialah "Balik Kampung' nyanyian Allahyarham Sudirman Hj Arshad.


Program bermula seawal jam 10.30 pagi dengan sahabat-sahabat seperti Zulkhairi Hassan & family serta Jamalulail & family beraya ke rumah keluarga Chief de Mission Halida Zakaria a.k.a Did di Kampung Api-Api.

Kak Ungku & hubby join lewat di atas sebab2 yang tidak dapat dielakkan dan kami berdua terus ke rumah keluarga Jamalulail yang terletak tidak jauh dari rumah keluarga Did. Di sana sahabat-sahabat lain telah sedia berkumpul dan meraikan program ini...seperti Sh Hamidah, Dr Salleh & family, Kamarulzaman a.k.a Amai - datang solo aje nampaknya, Zulkhairi, Maznah & Family, Did, Hubby & family. Meriah dengan gurauan yang menggamatkan suasana. Maklumlah...sudah berpuluh tahun tidak beraya bersama sejak meninggalkan zaman persekolahan.

Program :
Mulai 10.00pagi
* Beraya rumah keluarga - Chief de Mission Halida Zakaria
* Beraya rumah keluarga Jamallullail Ibrahim
* Beraya rumah keluarga Zulkhairi Hasan
* Beraya rumah keluarga Kamarulzaman Alias
* Beraya rumah Siti Fadzilah Sheikh Bakir

Mulai selepas Zohor 3.30 petang
* Beraya rumah Cikgu Faredah Mashhor
* Beraya rumah Cikgu Timan Jawa (Cikgu Katiman Sikos)

Rumah terakhir dan penutup program kami ialah beraya rumah sahabat lama kami iaitu Noriah Rahmat & suami Faizal, di Rimba Terjun.

Foto Album Program Otai-Otai SSP Beraya, 2011
Klik, klik, klik!



Beraya di rumah Cikgu Faredah Mashhor
Hidangan istimewa: Laksa Johor

Ex-anak-anak murid dah sama besor dengan Cikgu...
Cikgu Faredah masih maintain awet muda!


Tiga orang sahabat...Bujang, Amai dan Lail....sama-sama besor dah sekarang...

Beraya di rumah Cikgu Katiman Sikos
Hidangan istimewa: Nasi Hadratulmaut & Sate





Program Beraya kami berakhir di rumah Noriah, di Air Terjun. Sayangnya dalam sibuk bercerita, kami terlupa untuk mengambil gambar, rasa ralat betul.... InsyaAllah kita akan berjumpa lagi di lain kali. Seronok dapat beraya dengan sahabat-sahabat dan guru-guru kesayangan kami. Tahun depan kita organise lagi yer, insyaAllah. Jumpa lagi!

01 di skudai - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di skudai - Google Blog Search


Suhaizan minta MB Johor tegur pemimpin UMNO | Nusajaya Kini

Posted: 05 Sep 2011 10:40 PM PDT

Kenyataan Media
Dewan Pemuda PAS
Negeri Johor


Selasa 6 hb September 2011


Minta MB Johor Tegur Pemimpin UMNO Skudai Kanan, Johor Baharu

Pada ahad 4hb September 2011 saya telah memohon Naib PAS Kawasan Pulai, Johor Saudara Zaba Bin Ibrahim berjumpa Puan Jamilah Binti Abu Bakar, mangsa Peristiwa Bukit Kepong di rumahnya di Skudai Kanan. Dalam pertemuan tersebut Saudara Zaba bin Ibrahim telah memperolehi satu persetujuan untuk mengadakan pertemuan dengan Puan Jamilah pada 5hb September 2011 dengan Timbalan Presiden PAS, Tuan Haji Mohammad Bin Sabu selepas sidang akhbar di Johor Baharu. Saudara Zaba Bin Ibrahim telah juga dapat pengesahan daripada Puan Jamilah bahawa Mat Indera telah menghalang pihak pemberontak membunuhnya semasa peritiwa Bukit Kepong pada 23 Februari 1950.

Tujuan utama pertemuan pada hari semalam adalah pertamanya adalah untuk mengeratkan tali silaturahim sempena bulan syawal yang mulia, keduanya PAS juga mahu menawarkan khidmat guaman kepada Puan Jamilah bagi menuntut ganti rugi atas kematian ibu dan adiknya kepada Kerjaan British dan ketiganya adalah untuk mendapat maklumat lanjut berhubung kejadian Bukit Kepong.

Saudara Zaba Bin Ibrahim telah membuat panggilan terakhir untuk mengesahkan kehadiran di rumah Puan Jamilah sekitar jam 2 petang. Selepas itu saya telah membawa Tuan Haji Mohammad Sabu ke rumah Puan Jamilah dengan menggunakan kenderaan saya. Setibanya saya di lorong masuk rumah Puan Jamilah saya lihat lebih kurang 10 hingga 20 orang sedang menunggu. Salah seorangnya telah memberi isyarat menghalau kami daripada lorong tersebut. Saudara Zaba Bin Ibrahim telah menyatakan kepada saya bahawa mereka adalah pemimpin UMNO setempat yang tidak berpuas hati dengan kehadiran Tuan Haji Mohammad Sabu di rumah Puan Jamilah. Mereka menghalang kami untuk menziarahi mangsa peritiwa Bukit Kepong.

Bagi mengelak suasana yang tidak selesa di pihak Tuan Haji Mohammad Sabu dan Puan Jamilah maka saya telah berbincang dengan Tuan Haji Mohammad Sabu untuk keluar daripada kawasan tersebut. Masa pun agak lewat kerana Tuan Haji Mohammad Bin Sabu mempunyai jadual yang ketat disebelah petang hari tersebut.

Saya bagi pihak Dewan Pemuda PAS Negeri Johor merasa cukup kecewa dengan halangan yang dibuat oleh pemimpin dan ahli-ahli UMNO di Skudai Kanan dan meminta mereka membaca buku "Pengukir Nama Johor" tulisan Ismail Adnan bertajuk "Mat Indera" muka surat 109. Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Warisan Johor pada tahun 2004. Editor buku ini adalah Prof Datuk Abu Bakar Hamid dan prakatanya ditulis oleh Dato Haji Abdul Ghani Othman, Menteri Besar Johor.

Niat PAS yang baik ini telah disambut oleh halangan yang hanya sesuai dizaman penjajah. Saya tidak sangka dizaman yang serba maju dan anak-anak muda sudah banyak terdedah dengan media baru rupa-rupanya ada pemimpin UMNO yang bertindak seperti zaman sebelum merdeka. Saya desak Menteri Besar Johor yang telah menjadi penaung buku "Pengukir Nama Johor" menasihatkan pemimpin UMNO Skudai Kanan agar lebih rasional dalam menghadapi isu Mat Indera.

Suhaizan Bin Kayat
Ketua Pemuda PAS Negeri Johor.

01 di plentong - Google Blog Search

0 ulasan
URL Sumber Asal :-

01 di plentong - Google Blog Search


Tentang Aku: Bermain <b>Di</b> Tempat Mainan <b>Di</b> Giant <b>Plentong</b> ..

Posted: 09 Sep 2011 12:51 AM PDT

Semalam lepas balik dari Hospital Sultan Ismail .. biasalah 3 bulan sekali gi buat pemeriksaan gigi Ayen ngan Aisy kat klinik pakar pergigian kat situ .. en.suami ajak singgah Giant, Plentong ... ingatkan dapat le jumpa adik aku, Akma .. rupanya dia ada sambutan hari raya kat office dia .. tak keluar rehat .. tak dapat le jumpa dia .. tak pe la .. bukan nak jumpa dia pun .. haha ...
Sementara menunggu en.suami menyelesaikan urusannya ... aku bawak anak-anak main kat tempat mainan dalam Giant ni .. tak banyak pun mainan yang ada kat sini .. cuma ada gelongsur, mainan gerak-gerak ngan mainan gerak spring tu .. anak-anak tak suka main mainan yang gerak ada spring tu .. tak best kata dia .. haha .. diaorang main gelungsur jek la ngan mainan gerak-gerak tu .. mainan gerak-gerak kat sini special sikit .. sebab tak payah masukkan duit .. just tekan butang jek .. mesin tu dah boleh gerak .. tu yang berjam baru sudahnya main .. haha ..

Jom tengok keletah anak-anak aku kat tempat mainan ni :

Ayen naik .. Aisy tukang tekan butang mesin gerak-gerak .. sampai Ayen pening nak muntah .. Aisy still tekan butang tu .. haha .. Aisy buli abang dia ..

Amboi!! muncung Aisy .. panjang betul .. comey la tu kununnya .. haha ..

Ayen tak sesuai la main gelungsur yang ni .. ini bahagian budak kecik la .. tempat budak besar kat belakang tu la Ayen .. haha .. Ayen bukan kira .. dia bedal jek .. janji leh main .. haha ..

Aisy nak panjat kat atas tu .. suruh mama angkat dia .. tapi mama dia ni sibuk suruh dia posing dulu .. tu yang muka cam tu .. haha .. sian Aisy ..

Ayen cakap dia mendaki guna rantai yang dia pegang tu ... haha .. cam tak larat jek .. haha ..

Berjaya Ayen mendaki sampai atas .. haha .. cam tinggi sangat jek kan .. muka bangga la tu ..

Aisy pun nak cuba jugak .. go Aisy go .. go ..

Panjat yang ni pulak .. hehe .. Aisy memang suka memanjat .. cuma boleh ngan tak jek la .. hehe ..

tetib3r raSer naK shaRe

Posted: 09 Sep 2011 06:44 AM PDT

Assalammualaikum w.b.t...

Rasanyer blum terlambat untuk aku ucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri buat semua pembaca blog ni..~ada ke?lame x update ni..

Memang terlalu cepat mase berlalu..tak sangke da berbulan lamanyer aku x berceloteh di sini..tak sangke gak cuti semester yang terpanjang seumur hidup ni berakhir ke penghujungnya..rasanyer terlalu banyak stori sepanjang masa tu berlalu..tapi kalau nak distorikan semua mmg berpuluh2 post plak nak kena taip..so, aku pendekkan la setakat mane yg aku mampu kongsi disini..

Selama 4 bulan bercuti, aku bekerja part time kat 2 tempat..aku start cari keje ni nak kat sebulan gak aku relax kat umah..gare2 nak lepaskan abg aku kahwin dulu.. first keje kat kilang World Kitchen di Pasir Gudang.. tp tak lame, ada la 3 minggu.. second tu kat kilang Power Root di Plentong..sini lame skit, ada la sebulan lebih..gaji lumayan skit dr yg first tu..so, berbaloi keje 12 jam ni..acely, ble aku try keje kilang ni mmg nampak la sgt mcm mn susahnyer cari duit ni..berbeza sgt time aku keje sementara as programmer kat Antara Steel dulu..lagi2 keadaan n prangai manusia sejagat ni..mmg pening tgk..kadang2 rasa simpati lebih2 lagi ble tgk makcik2 yang bekerja untuk cari duit lebih bantu husband..tp apa la kudrat aku untuk tolong kan, sedangkan aku pun lom tntu futurenyer..anyway, seronok dapat merasai pengalaman macam ni..kawan juga bertambah..(^^)

Masuk bulan pose aku still keje..bg aku, pose tahun ni mmg rase tak semeriah selalu sebab arwah abah da tak de..tp alhamdulillah, kami sekeluarga tabah hadapinya..2 minggu b4 raya, aku benti keje..sbb nak relax n pose puas2 ngan family..yerla, first time dapat pose sebulan ngan family kan, tak boleh lepaskan peluang macam ni..time pose ni bile bercerita pasal terawih, mesti bersemangat..alhamdulillah, aku dapat wat penuh terawih time first pose~oklah kan..cukup syarat..hehe..hari2 len disebabkan keje so aku dapat wat 8 je ble blk keje..perkara2 macam ni, kalau dilepaskan sayang, sbb blum tntu kte akan dapat jumpa tahun dpn.. menjelang raya plak, aku paling puas shopping..gara2 dapat gaji kan, sedap la kuar duit bertambah mak bg duit support lagi..lagi la puas!!~biasalah..org pompuan..

Menjelangnya 1 syawal tahun ni, mmg sgt2 terasa..first time di pagi raya aku berada di pusara insan tersayang..lepas subuh, kami gerak ke pusara arwah abah..sesampai kat pusara tu, ati aku sayu sangat..seumur hidup aku, ni lah kali pertama aku mendengar takbir raya dengan lelehan air mata..rasa rindu terhadap arwah abah, hanya Allah yang tahu..segala kenangan bersama arwah terngiang2 saat tu..lebih2 lagi 3 ari yang cukup bermakna saat Allah beri untuk aku bersama arwah sebelum dia pergi buat selamanya..segala apa yang terpendam dihati saat tu hanya mampu diluahkan melalui bacaan yassin untuk arwah..~semoga arwah abah tenang setenang saat pemergiannya dan semoga arwah ditempatkan bersama golonganNya yang soleh...Amin..

2nd raya plak, saat org len beraya, aku cam bese la..perkara wajib ble da duduk jer kat umah kan..aku n mak wat pose 6..~kalau ada arwah abah mmg meriah..selalunya, kami b'3 akan wat pose sunat ni ble raya ke-2, tp thn ni Cuma aku b'2 ngn mak..alhamdulillah, lepas lagi..masuk raya ke 8, barulah aku b'hangout ngan kawan2..tp dpt kuar ngn yang still study lagi jer la..sbb msg2 cuti..yg keje, xdpt nak join, tp ktowg akan beraya di malam ari..ble kawan2 da ade, mmg sampai tak ingat rumah da..sibok berjalan..tapi xpe, setahun sekali dpt jumpe diaorg..yg pntg, mmg hepi la dpt jumpe kwn2..segala mcm cerita ada..yg paling penting, kenangan tu dilakarkan dgn sekeping gambar dan akan diingati seumur hidup..

Itulah serba sedikit stori yang aku nak share..sebut pasal share, ni la wat aku nak share kat fb, gare2 kawan aku sorang ni yg sebok share 'ceritacinte' nye kat fb..so, aku pun sibuk gak la nak share ni..~jgn marah syafiq=P..oklah, sampai sini dulu yang aku mampu taip..hehe..

Salam Aidilfitri semua!!!(^_^) - Syafi 'Atikah Yusof

-thanx to photographer sambilan a.k.a. Dr Ahmad coz candid this pic-


-gelagat kami ketika beraya-
 

BLOG JOHOR

Copyright 2010 All Rights Reserved